Minggu, 24 Juni 2012

Contoh Laporan KKL


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah suatu bentuk kegiatan intrakurikuler dengan bobot SKS sebesar 4 sks, merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung yang telah menempuh dan dinyatakan lulus mata kuliah wajib minimal 110 sks. Kegiatan KKL ini sebagian besar penyelenggaraannya dilaksanakan di luar kampus pada instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta yang relevan dengan usaha peningkatan kualitas sumberdaya manusia baik melalui jalur pendidikan maupun non pendidikan.

Dasar diselenggarakannya kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung  adalah:
  1. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sitem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan pemerintah nomor 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
  3. Surat Keputusan Mendiknas nomor 232/U/2000, tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.
  4. Surat Keputusan Ketua STKIP Muhammadiyah Pringsewu Nomor 035/KEP/II.3/AU/D/2010, tentang Pengangkatan Panitia Pelaksana Kuliah Kerja Lapangan Tahun Akademik 2011/2012.

B.     Tujuan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).
1)   Tujuan Umum
Tujuan yang hendak dicapai melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah sebagai  upaya untuk mendapatkan pengalaman belajar bagi mahasiswa di luar kampus dalam pengembangan wawasan keilmuan, cara berfikir dan bersikap sebagai seorang calon sarjana kependidikan.

Selain itu tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan KKLini adalah untuk membentuk jalinan kerjasama dengan pihak-pihak terkait, sebagai salah satu bentuk upaya optimalisasi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada masyarakat.

2)   Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan KKL ini diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan dan wawasan sebagai calon tenaga pendidik yang berkualitas dan professional, berwawasan Iptek dan Imtaq, mampu dalam bersaing dalam dunia kerja, memiliki keterampilan dalam menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dam benar, serta memiliki kepedulian terhadap pembinaan dan pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta daerah.



C.     Manfaat Kuliah Kerja Lapangan (KKL).
Manfaat yang diperoleh dalam pelaksanaan KKL yakni dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa sebagai upaya menghasilkan tenaga pendidik yang berkualitas dan profesional, berwawasan iptek dan imtaq, mampu bersaing dalam dunia kerja, memiliki keterampilan dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta memiliki kepedulian terhadap pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia, serta bahasa daerah. Selain itu diselenggarakannya KKL sebagai salah satu bentuk upaya optimalisasi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada masyarakat.








BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.     Deskripsi Singkat Lokasi Kuliah Kerja Lapangan (KKL).
Lokasi pelaksanaan kegiatan KKL bagi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Yogyakarta yang dikepalai oleh Drs. Harmanto, M.Si. LPMPM Yogyakarta berada di Jl.Bpg Raya, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, D.I. Yogyakarta Indonesia 55000 telp.0274-496921 fax.0274-497002.

Visi
Menjadi lembaga penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah yang berstandar nasional dan berwawasan global.

Misi
Melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan standarnasional;Melakukan pemetaan mutu pendidikan dasar dan menengah;Mengembangkan dan mengelola sistem informasi mutu pendidikan dasar dan menengah;Melakukan supervisi satuan pendidikan dasar dan menengah;Melakukan pengkajian dan pengembangan mutu pendidikan dasar dan menengah;Memfasilitasi sumberdaya pendidikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah;Memfasilitasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dasar dan menengah;Memfasilitasi peningkatan kinerja lembaga pendidikan dasar dan menengah.
Tugas
LPMP mempunyai tugas melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan nasional. Sedangkan rincian tugasnya adalah : Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah.Melaksanakan sistem pengembangan informasi mutu pendidikan dasar dan menengah provinsi.Melaksanakan pengelolaan data dan informasi mutu pendidikan dasar dan menengah.Melaksanakan pengkajian, pengukuran, dan evaluasi mutu pendidikan dasar dan menengah.Melaksanakan model-model pembelajaran di sekolah.Melaksanakan fasilitasi lembaga pendidikan dalam pengelolaan sumber daya pendidikan.Melaksanakan fasilitasi lembaga pendidikan dalam proses pembelajaran dan evaluasi hasil belajar.Melakasanakan fasilitasi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.Melaksanakan kerjasama dengan lembaga dan masyarakat dalam penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah.Melaksanakan penyajian dan penyebarluasan informasi mutu pendidikan dasar dan menengah.

Fungsi 
Dalam menyelenggarakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah berdasarkan kebijakan nasional, LPMP Daerah Istimewa Yogyakarta menjalankan fungsi sebagaipengukuran dan evaluasi pelaksanaan pendidikan dasar dan menengah.Perancangan model-model pembelajaran di sekolah sesuai dengan kebutuhan daerah dan standar mutu nasional.Fasilitasi lembaga pendidikan dalam proses pembelajaran dan evaluasi hasil belajar.Fasiitasi lembaga pendidikan dalam pengelolaan sumberdaya pendidikan.Fasilitasi pelaksanaan peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kependidikan sesuai dengan kebutuhan daerah.Pengembangan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan pelaksanaan urusan perencanaan, keuangan, kepegawaian, ketatalaksanaan dan kerumahtanggaan lembaga Tujuan/Sasaran MutuTersedianya minimal 80% sumber daya untuk mendukung layanan LPMP DIY (SBU).Tersedianya hasil pemetaan mutu dan supervisi pendidikan di 5 kabupaten/kota minimal 80% (PMS).Terselenggaranya fasilitasi peningkatan mutu pendidikan dengan tingkat kepuasan peserta 80 % (FSP).Tersedianya 80% data dan informasi pendidik dan tenaga kependidikan 5 kabupaten/kota yang akurat dan aktual (PSI).Kesiapan minimal 80% dalam melaksanakan pendidikan, pengajaran dan pelatihan (WI). Kebijakan MutuSegenap jajaran manajemen dan staf Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan D.I.Yogyakarta dalam menjalankan tugas dan fungsinya, bertekad untuk mencapai kinerja yang terbaik, dengan:Mengedepankan kepuasan pihak-pihak yang berkepentingan (interested parties).Mematuhi ketentuan perundang-undangan dan persyaratan lain yang berlaku.Melakukan pemetaan mutu pendidikan di daerahMelakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan di daerah.Melakukan supervisi satuan pendidikan dalam pencapaian standar mutu pendidikan nasional.Melaksanakan fasilitasi satuan pendidikan dalam penjaminan mutu pendidikan.Melaksanakan urusan administrasi lembagaMelakukan perbaikan di segala bidang secara berkesinambungan.

Fasilitas
Kelas/Ruang:
1. Auditorium Ki Hadjar Dewantara, kapasitas 250 orang
2. Ruang Waidin Sudiro Husodo, kapasitas 125 orang.
3. Ruang Ki Mangun Sarkoro, kapasitas 50 orang
4. Ruang Kartini, kapasitas 40 orang
5. Ruang Keterampilan, kapasitas 75 orang
6. Kelas A, kapasitas 36 orang
7. Kelas B, kapasitas 36 orang
8. Kelas C, kapasitas 36 orang
9. Kelas D, kapasitas 50 orang
10.Kelas E, kapasitas 50 orang

Wisma/Asrama:
1. Wisma Anggrek
2. Wisma Bougenvile
3. Wisma Cempaka
4. Wisma Dahlia
5. Wisma Edelweis
6. Wisma Flamboyan

Laboratorium:
1. Lab. Bahasa
2. Lab. Kimia/Biologi
3. Lab. Fisika
4. Lab. Komputer
5. Perpustakaan

Sarana Lainnya:
1. Jaringan Internet (Hot Spot)
2. Lapangan Tenis
3. Lap. Bulutangkis
4. Lap. Sepak Bola
5. Mushola
6. Toko Koperasi

Struktur Organisasi LPMP D.I.Yogyakarta:
Kepala Lembaga:Drs. Harmanto, M.Si
Kasi Pemetaan dan Supervisi: Drs. Titi Sulistiani, M.Pd
Kasi Program dan Sistem Informasi: Drs. Joko Saroso, M.Or
Kasi Fasilitasi Sumber Daya Pendidian: Drs.Taufan Agus Hanafi
Ka. Sub. Bagian Umum: Drs. Joko Suroso, M.Or

Koordinator Kerja  Seksi Program dan Sistem Informasi:
1.      Koker Manajemen Data dan Informasi Mutu Dikdasmen
2.      Koker Program Data dan Informasi Mutu Dikdasmen
3.      Koker Pengembangan Perangkat dan Sistem Teknologi
4.      Koker Pelayanan Data dan Informasi Dikdasmen

Seksi Pemetaan dan Supervisi:
1.      Koker Pengembangan Sistem Penjamin Mutu
2.      Koker Pengembangan Peningkatan Pendidikan
3.      Koker Supervisi Mutu Pendidikan
4.      Koker Mutu Pendidikan


Seksi Fasilitasi Sumber Daya Pendidikan:
1. Koker Pengembangan Program dan Kesekretariatan
2. Koker Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
3.Koker Pemberdayaan Sumber Daya Pendidik 
4.Koker Penilaian, Dokumentasi dan Pelaporan

Sub Bagian Umum:
1.Koker Perencanaan dan Pelaporan
2.Koker Keuangan
3.Koker Kepegawaian dan Tata Laksana
4.Koker Rumah Tangga
5. Koker Tata Usaha dan Dokumentasi
6. Koker Humas dan Protokoler
7. Koker Perpustakaan
8. Koker Olah Raga dan Kesehatan

B.     Tahapan Pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).
Pelaksanaan kegiatan KKL dilaksanakan mulai tanggal 26-28 Desember 2011 yang dipusatkan di LPMP D.I. Yogyakarta dengan materi:

Senin, 26 Desember 2011: Pembukaan KKL 07.30-08.30yang dibuka oleh Bapak Jabrohim. Dilanjutkan dengan kuliah umum pukul 08.00-11.45 WIB dengan tema “Sastra Anak” yang disampaikan oleh: Prof. Dr. H. Suminto A. Sayuti.
Kemudian dilanjutkan dengan materi yang kedua yaitu “Musikalisasi Puisi dalam Teori dan Praktik”, pemateri: Hari Leo dan Teater JAB UAD.
Pada pukul 12.45-15.45 WIB. Kuliah di kelas B dengan materi “Apresiasi dan Kritik Prosa” yang disampaikan oleh DR. Suwardi Endraswara. Pada pukul 16.00-17.30 WIB. Materi disampaikan oleh Rina Ratih, M.Hum materi  tentang “Menulis Cerpen”.
Dilanjutkan pada pukul 19.00-21.00 WIB. mengerjakan tugas “Menulis Cerpen”  yang didampingi oleh  pemateri yaitu Rina Ratih, M.Hum.

Selasa, 27 Desember 2011 pukul 07.00-10.00 WIB “Apresiasi dan Kritik Teater” yang disampaikan oleh Nur Sahid, M.Hum. kemudian pada pukul 10.15-11.45 WIB. Dilanjutkan dengan  “Menulis Naskah Drama” yang disampaikan oleh Nanang Arizona, M. Sn.
12.45-15.45 WIB “Apresiasi dan Kritik Puisi” yang disampaikan oleh Rina Ratih, M.Hum
16.00-17.30 WIB. “Menulis Puisi” yang disampaikan oleh bapak Imam Budi Santoso. Kemudian pukul 19.00-21.00 WIB. Dilanjutkan dengan mengerjakan tugas yaitu menulis puisi yang dibimbing oleh Bapak Jabrohim.

Rabu, 28 Desember 2011 pukul 08.00-11.45.00 WIB perkuliahan di aula, yaitu Pementasan Drama oleh Teater JAB UAD dilanjutkan pamentasan puisi dari kelas B, pementasan puisi dari kelas A, pementasan drama dan puisi dari kelas C, dan terakhir pementasan dari program studi Bahasa Inggris.
11,45-12.00 Penutupan KKL.    
C.     Hasil yang Diperoleh dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
Hasil yang diperoleh dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yakni mahasiswa mampu menulis cerpen dengan baik, menulis puisi , dan naskah drama, serta mampu mengapresiasikannya. Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa dapat melihat secara langsung  pembacaan puisi,pembacaan cerpen, dan pementasan drama dengan baik, sebagai tolak ukur dalam pembelajaran.

Berikut uraian materi yang diberikan oleh pemateri selama mengikuti kegiatan KKL di LPMP D.I. Yogyakarta:
1.      Sastra Anak
Sastra anak merupakan sastra yang disiapkan atau ditulis untuk anak-anak, sastra merupakan jalan kebudayaan yakni jalan yang menempatkan pada tempatnya, sastra dan bahasa merupakan rumah untuk dapat mengakses jalan kemanusiaan untuk mempersiapkan bangsa ini agar lebih baik. Cara untuk membuat sastra anak yaitu berilah keleluasaan pada anak, menciptakan jagat anak, dunia yang khas anak-anak yaitu dengan menerapkan cara belajar yang Enjoy Full dan Play Full.

2.      Musikalisasi Puisi dalam Teori dan Praktik
Dalam menggarap musik puisi kita akan dihadapkan dengam beberapa persoalan. Selain dari puisinya kita juga pasti akan berhadapan dengan masalah musik dan penampilannya. Dan dalam menggarap musik puisi ada satu perjanjiaan yng sekalipun tidak tertulis tetepi udah menjadi kesepakaan banyak orang. Perjanjiaan itu adalah dalam  menggarap musik puisi seorang kreator tidak diperbolehkan mengurangi, menambah atau mengubah isi teks puisi dengan alasan apapun.

Tahapan dalam menggarap musik puisi diantaranya:
a.       Menentukan Bentuk Tampilan
Pertimbangan ini disesuaikan dengan dimana dan kepada siapa akan ditampilkan.
b.      Memilih Puisi
Semua puisi bisa digarap menjadi musik puisi, tetapi tidak semua puisi bisa pas dan enak didengar menjadi musik puisi. Kita bisa memilih puisi jenis balada atau yang strukturnya standar. Teme dan pertimbangan bahasa menjadi pertimbangan yang kua daam memilih puisi.
c.       Instrumen yang dibutuh
Disesuaikan dengan puisi yang sudah dipilih, pemilihan instrumen ini kita akan bisa mendapatkan suara atau buyi yang kalau digabungkan dengan instumen lain akan menghasilkan bunyi yang mewakili karakter dan makna puisi tersebut.
d.      Proses Penyusuan
Mengolah puisi menciptakan musik pengiring dan penyatuaan puisi dengan musik.
3.      Apresiasi dan Kritik Prosa   
Fiksi adalah cerita yang imajinatif atau rekaan.
1)      Perbedaan Kritik dan Apresiasi
Apresiasi itu lebihmemuat unsur senang-senang (pleasent) adanya senyuman, dan berakhir dengan kenikmatan. Sedangkan Kritik itu cenderung menguras pikiran, memunculkan kerut dahi, mempertimbangkan, mengadili dan memutuskan (judgement) sebuah karya.
2)      Prinsip Apresiasi Fiksi
Prinsip apresiasi fiksi ada tiga yaitu:
a.     Prinsip kognitif  yaitu pemahaman fiksi dengan memperhatikan unsur mental, unsur-unsur fiksi dipahami secara menyeluruh. (unsur pikiran)
b.    Prinsip emotif yaitu pemahaman sastra yang memerlukan keterlibatan rasa keindahan.
c.     Prinsip evaluatif yaitu berkaitan dengan penilaian baik buruk, indah tidak indah.

4.      Menulis Cerpen
Untuk menjadi seorang penulis cerpen/ penulis fiksi tahap yang dilakukan antara lain:
a.    Niat untuk jadi penulis
b.    Belajar teknik penulisan fiksi
c.    Banyak membaca karya orang lain
d.    Latihan menulis terus menerus
e.    Jangan putus asa
Selain itu seorang yang ingin menjadi penulis juga harus menguasai tehnik dalam menulis fiksi, penulisan dialog, penulisan naratif, menguasia tata tulis dan menentukan diksi yang tepat dengan tujuan cerita.

Kunci sukses untuk menjadi seorang penulis adalah:
a. luangkan waktu untuk selalu belajar
b. luangkan waktu untuk menulis
c. memiliki ruang pribadi
d. pandai bersosialisai
e. terampil menuangkan ide

Setelah peserta KKL menerima materi Apresiasi kritik prosa, dan menulis cerpen mahasiswa diberikan tugas untuk membuat sebuah cerpen 
Dari tugas yang diberikan penulis membuat cerpen sebagai berikut:
Kerangka karangan
Terdapat 4 peristiwa
1)      Kunjungan ke candi Prambanan
2)      Tian dan Maya semakin dekat
3)      Menjalin hubungan saat masing-masing punya pasangan
4)      Berjanji saling mencintai untuk selamanya

PRAMBANAN I’M IN LOVE

Matahari bersinar dengan gagah berani, memancarkan sinar keemasan menghiasi dunia. Awan-awan putih menggantung bebas di angkasa menghiasi lagit prambanan siang itu. Prambanan itulah tempat yang menjadi saksi perjalanan dua sejoli mengarungi samudra cinta, menata pondasi-pondasi asmara yang menjadi tumpuan hati keduanya. Prambanan, banyak orang mengartikan sebagai bukti penghianatan dari sebuah ketulusan cinta namun bagi Tian dan Maya disinilah cinta mulai tumbuh setelah benih-benih asmara itu disemai di Lampung sebelum keberangkatan ke Yogyakarta untuk melaksanakan KKL (kuliah kerja lapangan).

“ dengan kekuatan cinta, aku bisa membuat yang lebih dari ini” ucap Tian ambil menunjuk salah satu candi.
“ ahkau bisa saja, pejalanan ke Jogja saja kau mabuk laut, bagaimana mau membuatkan aku yang seperti ini”  Maya ikutmenunjuk salah satu candi yang berada di komplek Prambanan.
“ eh jangn salah, kemarin aku Cuma ackting saja ko, sebetulnya aku baik-baik saja” jawab Tian  sekenanya dengan sedikit malu-malu.
“iya dech iya, aku percaya..tapi aku tidak butuh bukti cinta yang seperti ini, dengan kau mencintaiku setulus hatimu itu sudah cukup untuk membuktikan kekuatan cintamu”.

Mereka berdua terus berbincang-bincang di sudut salah satu bangunan candi sembari menghindari terpaan sinar matahari langsung yang tersa mulai menyengat kulit.

“ hayo, sedang apa kalian berdua?” tanya Wawan mengagetkan
“ kita sedang menikmati indahnya dunia” Tian menjawab dengan sejuta senyum di wajahnya.
“ cie-cie, iya deh iya,,, sori kalo kita ganggu “ tambah Feni yang ikut datang bersama wawan
  kita jalan-jalan dulu ya, kalian jangan lama-lama disini, nanti kesambet baru tau rasa” kata wawan, sambil nyelonong meninggalkan Tian dan Maya.
“ oke, slamat menikmati hari kalian” jawab Tian.

Beberapa menit kemudian mereka melanjutkan perjalanan menikmati kemegahan bangunan candi yang kata sebagian orang itu adalah bukti kekuatan cinta meskipun cinta itu berakhir dengan penghianatan dan kehancuran.Karena panas matahari semakin terasa menyengat mereka kembali duduk di sebuah pohon yang rindang berada tepat diantara bangunan-bangunan candi. Duduk berdua Sambil menikmati pemandangan yang memanjakan mata dan melihat bule-bule yang sepertinya sibuk kesana kemari tanpa tahu apa yang bule-bule itu katakan.

“ bagaimana hubungan kamu dengan si dia?” tanya Tian sedikit meledek
“ ihh, apaan sih ko tanya-tanya orang yang jelas- jelas tidak ada disini”
“ Cuma ingin tahu saja, jujur saat melihat kamu membalas  sms dari dia aku merasa cemburu dan takut”
“ cemburu? Itu haruss.... takut? Takut kenapa..?”
“takut, jika aku mati suatu saat nanti, tidak ada kamu disampingku..”
“husss ko ngomongnya seperti itu... tidak ada yang tahu hal itu, semuanya sudah di atur kan?”
“ iya sayang aku juga tahu, tapi aku tidak akan sanggup jika tidak melihat kamu ada disisiku di saat-saat terakhirku, aku takut kamu pergi meniggalkan aku... pergi menjauh dan membawa semua kehidupanku”. Dengan lembut Tian membelai jilbab yang menutupi rambut kekasihnya itu.
“ insyaallah, itu tidak akan pernah terjadi... aku akan selalu ada di sampingmu setiap saat”
“ lalu, bagaimana dengan kekasihmu??”
“ dia sudah menjadi masa lalu untuk hatiku, meskipun saat ini dia masaih ada dalam kehidupanku..”
“ kau mau berjanji satu hal untukku dan cinta kita?” tanya Tian dengan nada serius.
“ janji.... apa?”
“ kau tidak akan pernah mencintai seseorang lain sebesar cintamu padaku, dan seluruh jiwa, raga dan hatimu hanya untuk aku..?”
“iya sayang, aku janji... asalkan cintamu padaku karena Allah bukan ambisi dan nafsu manusiawi semata.”
“ iya, insallah cintaku padamu karena Allah”
“baiklah jika memang seperti itu, semoga apa yang kita cita-citakan dan perjuangakn indah pada waktunya ya....”
“iya syang, dalam shalatku aku slalu memohon engkaulah jodohku, engkaulah yang akan menjadi ibu dari anak-anakku kelak”

Karena, waktu kunjungan ke candi Prambanan sudah selesai, mereka pergi meninggalkan candi Prambanan dengan sejuta senyum mengembang di wajah mereka.Prambanan yang identik sebagai lambang peghianatan cinta, kini berubah menjadi saksi sebuah kekuatan cinta, kisah sepasang sejoli yang mencoba menata pondasi-pondasi cinta di atas ketidakwajaran hubungan percintaan.


5.      Apresiasi dan Kritik Teater
Memaknai Pertunjukan Teater dengan  Pendekatan Semiotika Teater
1)   Pengertian Semiotika
Semiotika dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang tanda dan sistem tanda. Aart van Zoest (dalam Sudjiman & Zoest, 1992: 5) menyebut semiotika sebagai studi tentang tanda  dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya seperti cara berfungsinya, hubungannya dengan tanda-tanda lain, pengirimannya, dan penerimaan msyarakat.
Ada pula yang mengatakan semiotika sebagai ilmu yang secara sistematik mempelajari tanda-tanda dan lambang-lambang, dan proses perlambangan (Luxemburg, dkk, 1984: 44; Joko Pradopo, 1987: 121).
Sementara itu, ahli semiotika teater Keir Elam (1991: 1) mendefinisikan semiotika sebagai ilmu yang dipersembahkan khusus ke studi produksi makna dalam masyarakat.
Semiotika bersentuhan dengan banyak disiplin ilmu yang lain yang sudah mapan sehingga harus terus-menerus mencoba menentukan  batas-batas dirinya, baik objeknya maupun cara kerjanya.
Hal itu juga bisa melahirkan disiplin berdiri sendiri. Misalnya, ada semiotika sastra,  semiotika teater, semiotika matematika, semiotika
arsitektur, semiotika agama, semiotika antropologi (kebudayaan), semiotika seni rupa, semiotika film (sinematografi), semiotika makanan (Aart van Zoest, 1993: 102).
2)     Sistem Tanda Teater
Teori Tadeusz Kowzan tentang aneka sistem tanda yang terlibat dalam teater ternyata diacu oleh banyak pemikir semiotika teater sebagai sistem tanda teater yang  diakui paling simpel dan mencerminkan arus pemikiran strukturalisme Praha (Elam, 1991: 20; Aston & Savona, 1991: 105; Esslin, 1991: 52).
Kowzan menandaskan ulang tentang prinsip dasar kelompok strukturalisme Praha bahwa dalam kaitannya dengan semoitisasi objek, maka semua presentasi teater adalah tanda.
Kowzan mengungkapkan kembali konsep-konsep kaum strukturalis tentang transformabilitas dan spektrum konotasi tanda panggung. Selain itu, Kowzan juga berusaha mencoba mengkonstruksi tipologi awal tanda dan sistem-sistem tanda dalam teater, mengklasifikasikannya, dan mendeskripsikan fenomena-fenomena itu.
Berbagai Sistem Tanda Teater dari Tadeusz Kowzan
(1)               Kata    
(2)                Nada
(3)                Mime
(4)                Gesture
(5)                Gerak
(6)                Make-up
(7)                Hair Style
(8)                Kostum
(9)                Properti
(10)            Setting
(11)           Lighting
(12)            Musik
(13)  Sound Effects

6.      Penulisan Naskah
Meskipun naskah drama merupakan bagian dari fiksi, namun dalam penciptaannya diperlukan data, fakta sosial, logika, dan imajinasi. Data yang dimaksud yakni bahan-bahan yang akan dikisahkan.
Sebuah cerita diolah berdasarkan tema, jalan cerita, plot, perwatakan, bahasa yang selaras dan latar cerita yang menarik. Selain itu cerita harus memikat, merupakan kesatuan dan seimbang.
Dalam penciptaan sebuah naskah kita harus menuangkan ide kita secara kreatif sehingga tidak bernilai biasa saja.

Setelah peserta KKL mendapat meteri Apresiasi dan Kritik Teater mahasiswa dibrikan pengarahan tentang menulis naskah drama, kemudian mahasiswa diberikan waktu untuk mencari imajinasi untuk membuat naskah drama, dari tugas tersebut penulis membuat naskah drama sebagai berikut:

Judul               : Akhir Ceritaku
Pemeran           :
Aris                  : 22 th, baik hati dan penyabar.
Ika                   : 18 th, baik namun suka selingkuh.

Di sudut salah satu bangunan kampus terlihat sepasang kekasih yang sedang bertengkar


Aris      : Jadi itu alasan kamu jarang mengangkat telfon dari aku dan selalu sibuk saat aku ajak bertemu?
Ika       : Alasan apa kanda, dinda nggak mengerti?
Aris      : Sudahlah jangan paggil aku kanda lagi, persetan dengan itu semua,ternyata hatimu tak secantik ragamu.
Ika       : Aku ,masih belum mengerti apa yang kau katakan mas..
Aris      : Masih belum mengerti, lihat ini ( sambil menunjukan foto kemesraan Ika daengan seorang lelaki).
Masih belum mengerti juga??
Ika       : Kau salah faham mas, dia itu teman biasaku, aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa..
Aris      : Tidak ada hubungan apa-apa kau bilang..
Sudah sering aku lihat kalian jalan berdua, makan berdua..
Aku bukan lelaki bodoh yang bisa kau bohongi terus menerus.
Ika       : sekali lgi aku pastikan kau salah faham mas.
Aris      : Sudahlah, aku cape’ dengan hubungan ini..sekarang kau jujur saja siapa dia dan apa hubungan kalian!
Ika       : Baiklah jika kau memaksa,, aku memang ada main dengan dia, aku cape mas pacaran sama kamu,..
Aris      : Cape kamu bilang..? apa yang sudah aku lakukan selama ini sampe-sampe kamu bilang cape..?
Ika       : Dia lebih bisa ngertiin aku, dia bisa ngasih apapun yang aku minta tanpa harus menunggu seperti kamu.
Aris      : Jadi hanya karena itu kamu tega menghianati cinta kita?
Baiklah, kalau memang itu yang kau mau, aku tidak akan memaksakan lagi hubungan kita ini.
Ika       : Tapi mas, aku masih sayang sama kamu, aku khilaf mas..
Aris      : Sudahlah, simpan saja rasa sayangmu itu untuk orang lain, aku sudah cukup lelah dengan semua ini..
Ika       : Mas, aku minta maaf, aku janji tidak akan mengulangi semua ini lagi
Aris      : Simpan saja kata-kata  itu untuk orang lain... mulai saat ini kita jalan masing-masing saja..
Aku hanya berpesan satu hal sama kamu “ jangan ada orang lain selain aku yang kau perlakukan seperti ini”..
Ika       : tapi mas... mas......
Aris berjalan meninggalkan Ika dengan kesabaran dan kebesaran hatinya..

7.      Apresiasi dan Kritik Puisi
Materi berikutnya adalah Apresiasi dan Kritik Puisi:
Apresiasi adalah kegiatan menggauli karya sastra yang sungguh-sungguh sehingga tumbuh penghargaan, kepekaan, perasaan yang baik terhadap sastra.

Ada empat tingkatan apresiasi yaitu:
1)        Tingkatan menggemari yaitu menggemari membaca
2)        Tingkatan menikmati
3)        Tingkatan mereaksi
Tangkatan mereaksi terdiri atas dua bagian yaitu reaksi tulis dan reaksi lisan
-       Reaksi tulis berupa resensi film, resensi buku.
-       Reaksi lisan berupa komentar yang dapat dipertanggung jawabkan.
4)        Tingkatan produktif
Periodisasi puisi
Puisi angkatan 45
Pada masa itu yaitu  puisi Sri Hayati yang disampaikan kepada Chairil Anwar. Yang berisi tentang penolakan cinta kepada Chairil Anwar. Munculnya puisi Chairil Anwar yang berjudul “Senja di Pelabuhan”
Perbedaan puisi baru dan puisi lama terdapat pada homolukus/ kesejajaran, puisi 45 tidak erdapat enjambemen, peloncatan baris.
Puisi angkatan 66 terkenal sebagai puisi naratif (penceritaan) sedangkan puisi angkatan 70 terkenal dengan puisi kontemporer.

8.      Menulis Puisi
Dalam tradisi belajar mengajar di perguruan Taman Siswa, terdapat filosofi belajar N-3 (niteni-niroake-nambahi)yang diciptakan oleh Ki Hajar Dewantara (alm). Apabila dicermati, filosofi tersebut dapat digunakan sebagai metode belajar menulis puisi. Karena hakikatnya, belajar menulis puisi adalah belajar kepada puisi yang telah jadi, dan langkah-langkah penerapannya sebagai berikut :
a.    Niteni (Memperhatikan)
·           Mengumpulkan sebanyak mungkin ragam bentuk dan tema puisi dari berbagai penyair, baik dari Indonesia maupun manca negara. Manfaatnya untuk mengenai bentuk dan gaya kepuisian : puisi ekspresif, puisi impresif, puisi simbolis, puisi balada, puisi suasana, dan lain-lain. Juga mengenai tema, misalnya puisi-puisi dengan tema kejuangan, kemanusiaan, religius, sosial, dan sebagainya.
·           Puisi-puisi tersebut dijadikan contoh, sekaligus bahan pembelajaran dalam memahami puisi, melatih intuisi, kreatifitas, pencarian momen puitik, analisis masalah, penggunaan bahasa, serta pemahaman terhadap keseluruhan faktor dan unsur kepuisian yang terkandung didalamnya.
b.    Nirokake (Menirukan)
·           Mencoba menulis puisi, atau menuangkan “momen puitik” menjadi bentuk puisi menggunakan teknik kepuisian seperti halnya contoh puisi yang disukai.
·           Berusaha mencari dan menemukan kesesuaian antara kecenderungan pribadi (pikir, rasa, dan karsa) dengan salah satu gaya maupun tema puisi tertentu.
·           Usahakan dalam berlatih benar-benar sampai menemukan kasamaan (sublimasi) yang intens antara karya yang diciptakan dengan karya yang dijadikan pedoman (tuntunan).
c.    Nambahi (Menambah atau Mengubah)
·           Apabila dalam berlatih tersebut hasil kaya yang diciptakan telah mencapai “kesetaraan” optimal perihal gaya, struktur, kualitas, serta kebahasaan, dengan puisi yang dijadikan acuan, silakan mulai melakukan pelepasan diri dari “fase meniru” dan memasuki “fase kreatif”.
·           Salah satu cara mungkin dilakukan dalam fase kreatif awal antar lain dengan mempraktikkan penggunaan :
(1)Penyimpangan arti, seperti penggunaan ambiguitas dan kontradiksi.
(2)Penggantian arti, misalnya dengan menggunakan metafor dan metonimia
(3)Pengorganisasian teks diluar lingkup linguistik, seperti persajakan dan rima.

Proses Penciptaan Puisi
Menulis puisi yang lazim dikerjakan oleh banyak orang penyair, lebih kurang sebagai berikut :
1)      Menentukan judul puisi. Fungsinya sebagai “ancer-ancer” atau orientasi ide yang menjadi kata kunci mengenai puisi yang akan ditulis. Karena pada umumnya ide yang akan ditulis senantiasa hanya bersifat “samar-samar”, dan baru akan tampak jelas setelah puisi tersebut selesai ditulis.
2)      Menuangkan ide-ide puitis kedalam kata dan kalimat baris demi baris, mulai dari awal hingga selesai.
3)      Melakukan koreksi, dan revisi terhadap keseluruhan wujud verbal puisi. Seperti pemilihan judul, pemilihan kata, pembangunan ungkapan (imaji), rima dan persajakan, tipografi, panjang pendeknya puisi, dan lain-lain.

Setelah peserta KKL mendapat materi tentang Apresiasi dan Kritik Puisi mahasiswa diberikan tugas untuk membuat sebuah puisi, dan diberikan cara pembelajaran puisi secara berantai, yang disebut juga permainan kata, dengan memperhatikan keserasian, serta diksi. Cara pembelajaran puisi dengan permainan kata ini akan mempermudah siswa dalam merangkai sebuah kata menjadi sebuah kalimat.
Puisi yang di buat bersama-sama dengan metode permainan kalimat, atau sistem berantai adalah sebagai berikut:

Ibu
Membelai lembut setiap helai rambutku
Mengantarku menuju gerbang mimpiku
Kau wanita hebat dalam degub jantungku
Begitu mulia bak pancaran mutiara dari surga

Tiap kali aku terjaga dalam mimpi
Kau malaikat penjaga tidurku
Dekap mesra menghangatkan jiwa
Meski penatmu mendera penuhi tiap lorong harimu
Puisi bebas :

Kelelawar Kecil

Deru ombak memecah kerinduan
Mengiringi sang lentera kehidupan menuju keabadian
Langit pucat,
Awan muram,
Karang-karang pun terdiam membisu menatap keagungan
Kelelawar-kelelawar kecil mulai berterbangan
Mengawali pahitnya rimba kehidupan
Berlomba-lomba berburu kakap
Yang mencari secerca kenikmatan
Rembulan yang tak berdaya hanya bisa tersenyum
Menatap raga-raga hina yang senantiasa berlumur dosa


D.    Pembahasan
Berkaitan tentang materi yang didapat dariLPMP D.I. Yogyakarta, pada bagian pembahasahan penulis akan memberikan komentar tentang materi yang didapat.
1)                  Sastra Anak
Setelah mengikuti kuliah umum dengan materi tentang “Sastra Anak” yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Suminto A. Sayuti, penulis menjadi lebih mengerti apa  hal-hal yang harus dilihat, dibaca, oleh anak secara baik, dan mengerti bagaimana caranya memberikan pendidikan sastra secara benar, materi “Sastra Anak “sangatlah bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam dunia pendidikan. Dengan demikian penulis sebagai calon pendidik tidak akan asal-asalan dalam memberikan materi tentang sastra kepada anak-anak, materi yang akan diberikan akan diseleksi terlebih dahulu sebelum disampaikan.

2)                  Musikalisasi Puisi dalam Teori dan Praktik
Materi musikalisasi puisi yang disampaikan oleh Hari Leo AER sangat menarik, ditambah lagi setelah menyaksikan pementasan yang ditampilkan oleh Teater JAB dari Universitas KH. Ahmad Dahlan. Meskipun, musikalisasi puisi tidak masuk dalam kurikulum disekolah, tetapi materi ini sangat penting dipelajari, untuk pembelajaran ekstrakulikuler dan pengembangan bakat anak dalam pembacaan puisi ataupun musikalisasi puisi.

3)             Apresiasi dan Kritik Prosa
Materi Apresiasi dan kritik prosa yang disampaikan oleh DR. Suwardi Endraswara ditambah dengan materi menulis cerpen oleh Rina Ratih, M.Hum, sangatlah menarik dan bermanfaat sekali untuk diikuti, karena dengan adanya materi ini penulis menjadi lebih mudah dan antusias untuk menuangkan ide-ide dalam fikiran dan imajinasi ke dalam sebuah karangan prosa fiksi atau cerpen.

4)        Apresiasi dan Kritik Teater
Materi yang diberikan oleh Nur Sahid, M.Hum, cukup jelas dan mudah dipahami. Materi ini membahasa tentang perbadaan drama dan teater serta manampilkan contoh sebuah teater yang sangat menarik untuk disimak. Setelah mandapatkan materi ini penulis dapat membedakan drama dan teater. Perbedaannya adalah jika drama itu masih berupa naskah, sedangkan teater sudah bisa dipentaskan.
Kemudian  mahasiswa juga diberikan pengarahan untuk membuat naskah drama yang baik oleh Nanang Arizona, M. Sn, sehingga lebih mudah untuk mencipta sebuah naskah drama.

5)        Apresiasi dan Kritik Puisi
Materi yang diberikan oleh Rina Ratih, M.Hum sangat menarik dan cukup mudah dipahami, dengan penyampaian yang tepat dan penggunaan bahasa yang fleksibel mahasiswa diberikan cara belajar mengapresiasi dan mengajar puisi. Kemudian dilanjutkan oleh Bapak Jabrohim, praktek menulis puisi dengan sistem permainan kalimat, sehingga pembelajaran puisi lebih menarik, dan diberikan tips atau cara mudah untuk menuangkan ide dalam bentuk puisi.

Dari seluruh materi yang diberikan, penulis merasa cukup puas karena mahasiswa menjadi lebih mengerti tentang prosa fiksi dan lebih mudah dalam menuangkan ide-idenya dalam bentuk sebuah karangan prosa. Penulis merasa lebih siap untuk menjadi calon tenaga pendidik yang profesional dan memiliki komitmen yang tinggi dibidang pendidikan serta mendapatkan banyak wawasan berfikir dan keilmuan untuk dapat diterapkan dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

E.     Faktor Penghambat dan Penunjang
1.      Faktor penghambat dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
a.       Terbatasnya waktu dalam  pelaksanaan KKL berakibat pada kurang maksimalnya materi yang didapat oleh peserta KKL.
b.      Jumlah peserta KKL yang relatif banyak sehingga susah untuk di kondisikan pada saat menerima materi.
2.      Faktor penunjang dalam pelaksanaan KKL
a.       Sarana penginapan, transportasi dan konsumsi yang cukup baik dapat memberikan kenyamanan pada peserta KKL dalam mengikuti kegiatan.
b.      Peran aktif Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) memberikan semangat tersendiri bagi peserta dalam mengikuti kegiatan.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.     Kesimpulan
Dari hasil yang diperoleh selama KKL di LPMP Yogyakarta penulis berkesimpulan bahwa materi-materi  yang disampaikan selama KKL berlangsung sangatlah bermanfaat dan menambah wawasan karena apa yang telah disampaikan di perkuliahan dapat langsung diaplikasikan serta dibimbing langsung oleh pemateri yang professional dibidang sastra seperti penulis buku dan cerpen sehingga mahasiswa menjadi lebih siap untuk menjadi calon tenaga pendidik yang profesional dan memiliki komitmen yang tinggi dibidang pendidikan serta mampu menulis cerpen, menulis naskah drama, menulis puisi dengan cukup baik dan dapat mengaplikasikannya dalam pembelejaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah . Dapat disimpulkan pula bahwa untuk mencipta sebuah karya sastra bukan hanya bakat yang dibutuhkan tetapi juga niat, dan cara berfikir kreatif dan imajinatif serta harus banyak membaca karya-karya orang lain sebagai salah satu sumber inspirasi.

B.     Saran
Berdasarkan kegiatan KKL yang telah di laksanakan, beberapa hal yang dapat disarankan adalah:
1.      Waktu penyampaian materi sebaiknya diperpanjang sehingga materi yang didapat oleh peserta dapat maksimal.
2.      Dalam perjalanan KKL diharapkan menyediakan transportasi yang profesional, serta disediakannya tim medis secara khusus.


DAFTAR PUSTAKA

Tim KKL. 2010. Panduan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Pringsewu: STKIP
Muhamadiyah Pringsewu Lampung















LAMPIRAN-LAMPIRAN








1 komentar: