Minggu, 24 Juni 2012

Materi CERPEN


Materi CERPEN

§         Pengertian cerpen
Kisahan pendek (kurang dr 10.000 kata) yg memberikan kesan tunggal yg dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi (pd suatu ketika)

Ciri-ciri cerpen:
ž     Tidak lebih dari 10.000 kata ( selesai dalam " sekali duduk"/15-30 menit.)
ž     Besifat Fiksi.
ž     Fokus cerita pada satu kejadian tunggal.
ž     Terbatas pada hal-hal yang penting saja.
ž     Perwatakan tokoh digambarkan sekilas.
ž     Konflik yang ditampilkan tidak menimbulkan perubahan nasib tokohnya.

§         Unsur- unsur intrinsik cerpen (alur, latar dan penokohan)

Alur
Alur merupakan rangkaian peristiwa yang membentuk sebuah cerita. Peristiwa-peristiwa tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain secara runtut sehingga terjalin suatu cerita yang bulat.
Jenis-jenis alur sebagai berikut :
a. Alur maju atau progresif Alur maju merupakan alur yang menceritakan peristiwa-peristiwa secara kronologis. Dalam alur ini cerita diawali dengan tahap pengantar dan diakhiri tahap penyelesaian.
b. Alur sorot balik atau regresif Alur sorot balik merupakan alur yang menceritakan peristiwa-peristiwa secara terbalik. Dalam alur ini cerita tidak dimulai dari tahap pengantar. Namun cerita dapat dimulai dari tahap penampilan masalah, puncak ketegangan, atau penyelesaian. Alur sorot balik disebut juga alur flashback.
c. Alur campuran
Alur campuran merupakan perpaduan dari alur maju dan sorot balik.

Penokohan
Penokohan disebut juga perwatakan atau karaterisasi. Perwatakan dalam cerpen adalah pemberian sifat pada pelaku-pelaku cerita. Sifat yang diberikan akan tercermin pada pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu.

Ada dua macam metode yang digunakan pengarang cerpen untuk
menampilkan sifat tokoh :

1.      Metode Analitik
Metode analitik merupakan metode penokohan yang memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung. Misalnya pemarah, penakut, sombong, pemalu, atau keras kepala.

2.      Metode Dramatik
Metode dramatik merupakan metode penokohan yang tidak langsung memaparkan atau menggambarkan sifat tokoh. Pengarang menggambarkan sifat tokoh melalui hal-hal berikut.

a) Penggambaran fisik (misalnya cara berpakaian, postur tubuh, bentuk rambut, warna kulit).
b) Penggambaran melalui cakapan yang dilakukan oleh tokoh itu sendiri maupun cakapan yang dilakukan oleh tokoh lain.
c) Teknik reaksi tokoh lain yang berupa pandangan, pendapat, sikap, komentar, dan lain-lain.

Latar
Latar merupakan keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa atau cerita. Latar berhubungan erat dengan pelaku (tokoh) dalam suatu peristiwa. Adapun jenis-jenis latar seperti di bawah ini :

a. Latar Waktu
Latar waktu adalah keterangan tentang kapan peristiwa dalam cerpentersebut terjadi. Misalnya, pagi hari, siang hari, atau malam hari.
b. Latar Tempat (ruang)
Latar tempat menunjukkan keterangan tempat peristiwa itu terjadi. Misalnya, di rumah, di kamar, di dalam bus, di halaman, atau di Jakarta.
c. Latar Suasana
Latar suasana menggambarkan suasana peristiwa yang terjadi. Misalnya, suasana gembira, sedih, atau romantis.

Tema
Tema merupakan gagasan pokok atau ide yang mendasari pembuatan sebuah cerpen. Tema yang biasa diangkat dalam cerpen meliputi masalah percintaan, kritik sosial, kemiskinan, kesenjangan sosial, penindasan, ketuhanan dan lai sebagainya.

Amanat
Amanat adalah pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca melalui karyanya (termasuk cerpen). Amanat bersifat kias subjektif dan umum, sedangkan tema bersifat lugas, objektif, dan khusus. Amanat selalu berhubungan dengan tema.


Nilai-nilai dalam cerpen :

1.    Nilai moral
Nilai moral (nilai etik) adalah nilai untuk manusia sebagai pribadi yang utuh, misalnya kejujuran; nilai yang berhubungan dengan akhlak; nilai yang berkaitan dengan benar dan salah yang dianut oleh golongan atau masyarakat.
2.    Nilai sosial
Nilai sosial adalah hal yang berkaitan dengan norma kehidupan masyarakat seperti menolong sesama, saling memberi dan sikap tenggang rasa.
3.    Nilai keagamaan
Nilai keagamaan adalah konsep mengenai penghargaan tinggi yang diberikan oleh warga masyarakat pada beberapa masalah pokok dalam kehidupan keagamaan yang bersifat suci sehingga menjadikan pedoman bagi tingkah laku keagamaan warga masyarakat bersangkutan.
4.    Nilai budaya
Nilai budaya adalah hal hal yang berkaitan dengan norma kehidupan manusia yang berhubungan dengan kebudayaan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar